Selasa, 31 Maret 2015

CERBUNG 
CHAPTER 2
                                                   

                            setitik air mata
                                           di dasi abu-abu..

                                
 “sini nak,maju saya ingin tahu siapa namamu sekalian saya ingin berkenalan karena saya tidak terlalu hafal dengan nama-nama kalian disini” (lanjut pak sugeng meneruskan pembicaraan dan masih dengan keadaan jari telunjuk nya mengarah ke ara khwariz)
untuk kesekian kali nya,khwariz panic, ia masih melihat diri sendiri nya karna ia belum tahu apa yang menyebab kan pak sugeng memanggil dan menyuruh nya ke depan berdiri bersama kakak osis di depan. Khwariz berjalan melewati anank-anak yang masih merespon dan menatap nya dengan tatapan heran.sesekali ia mengangkat peci nya dan meletakkan nya kembali di atas kepala nya. Khwariz memang selalu setia kepada peci hitam nya.pemberiaan kakak perempuan nya.kemanapun pasti ia pakai ,karna khwariz selalu mengharai orang-orang yang memerhatikan nya secara detail.sekarang posisi khwariz tdak lagi di samping  ali tapi di samping pak sugeng.
“kamu tahu kenapa saya menunjuk, kamu untuk maju kedepan ?”(Tanya nya pak sugeng kpada khwariz)
khwariz mengepal tangan dan sergap menggeleng.
“saya menunjuk, kamu sebagai ketua osis SMA 41. bersedia atau tidak nya kamu menjadi ketua osis.itu urursan kamu.dan saya memberi amanah kepada kamu” (ujar pak sugeng serius)
lagi-lagi semua mata tertuju kepada khwariz.
“lah? Pak ? maaf kenapa jadi saya? apa alasan bapak memilih saya, bukankah saya sama sekali tidak mengajukan diri sebagai kepala osis?” (Tanya khwariz dengan nada heran).
“nah.. itu jawabanya, siapa nama kamu? Nak?” (lanjut nya)
“Khwarizmi pak”(jawab kwariz masih dengan nada heran)
“semuanya,tepuk tangan karna kita sudah memilih siapa yang akan menggantikan posisi osis lama ke osis baru. Dan pergantian osis baru di ketuai atau dipimpin oleh Khwarizmi dan wakil nya qibtiyah” (terang nya jelas).
semua bersorak,terlebih ali yang tepuk tangan nya paling khas di telinga khwariz.khwariz yang masih memasang tampang bingung,melirik ke arah qibtiyah, khwariz lagi-lagi terkejut untuk kesekian kalinya ternyata yang nanti nya akan membantu seorang anak perempuan . sebenarnya khwariz bisa di bilang laki-laki yang lugu.khwariz tidak punya teman sepergaulan perempuan .wajar kalau ia terkejut bila nanti nya yang membantunya adalah perempuan lebih-lebih urusan osis ini ,sama sekali bukan suatu kegiatan yang ia minati.

          Nettt… bel berbunyi, menandakan kegiatan sekolah berakhir.pak sugeng menjabat tangan qibtiyah dan khwariz. Khwariz tersenyum kecil mata nya beerkediip cepat menandakan kecemasan.
“hmm.khwariz besok kita kumpul di ruang osis. Berjabat tagan dengan kakak pengurus osis lama, sekalian kita rapatin seksi-seksi lainya gmana?” (ujar qibtiyah membuyarkan,lamunan khwariz).
“iya.. iya.. masyi’ti ukhti” (jawab khwariz)
ia keceplosan menggunakan bahasa arab kepada qibtiyah
“hah? Apa?” (Tanya qibtiyah heran)
“eh, maksud ane seterah ente aja ane  ikutin ente aja” (terang khwariz,yang masih menundukkan pandangan nya)
“loh,koq seterah? Kan kamu ketua nya? Yaudah ya.. by the way kamu keren pakai peci itu, jarang loh ada yang percaya diri pakai peci di sekolah.” (celoteh qibtiyah. Lalu meninggalkan khwariz)
“hufft” (khwariz menghebuskan nafas) karna tidak betah bicara dengan lawan jenis nya.
ali yang tadi cengar-cengir menghampiri khwariz yang terlihat sekali, kecemasan dari gambaran wajah lugu nya
         Keesokan hari nya, khwariz tidak memakai jam istirahat nya untuk ke kantin ataupun ke perpustakaan bersama teman-teman nya.ia langsung bergegas ke ruang osis. Sesampai nya disana,Ruang osis tampak ramai dengan kakak pengurus osis lama. Ia membuka pintu ruangan itu yang menurut nya mistis .bukan karna hantu atau apalah. Tapi karna ia takut akan amanah yang nanti nya ia tidak bisa menyelesaikan atau mempertanggung jawabkan nya.kwariz duduk di meja pojok disamping lemari buku.mata khwariz menyapu ruangan  osis, tapi tak ia dapati qibtiyah di dalam nya. Khwariz akhir nya memberanikan diri memulai pembicaraan, taka lama kemudian qibtiyah masuk.
“assalmu’alaikum. Aduh..duh maaf ya semua tadi ada urusan sebentar” (ujar qibtiyah)
kakak-kaka pengurus osis lama, hanya tersenyum.qibtiyyah duduk di samping khwariz, karna ia tau seorang khwariz walau belum lama mengenal nya, tak lupa ia geser sedikit lebih jauh kursi nya dengan kursi khwariz. Mereka berbincang,berbagi cerita, dan pada akhirnya memilih anggota . tak lupa khwariz  melibatkan sahabat nya ali untuk mennjadi sekertaris osis.

           semingu berlalu ,dan khwariz makin menyenangi amanah nya sebagai pengurus osis. Walau begitu ia tidak lupa akan selalu peci nya,penjagaan wudhu nya, dan yang extreeme lagi  ia masih tak bisa mengangkat tundukan kepala nya kepada lawan jenis nya. Hingga pada suatu hari.
“masyaallah,kemana yaa si qibtiyah ini pasti tepat jam 10 selalu menghilang kaya cenderella saja menghilang pada jam tertentu” (desah khwariz, sambil merapikan buku-buku di meja)
khwariz,mengambil langkah keluar,kantor pengurus osis. Ia berjalan melewati koridor sekolah dan tak sedikt adik-adik kelas yang menegur nya.
“assalamu’alaikum k’khwariz”(celetuk seorang anak perempuan)
“wa’alaikumsalam ukhty” (jawab nya,tanpa memberhentikan langkahnya)
“hah? Apa kata nya? Ukhty? Ukhty itu bahasa arab kan? Arti nya apa ya,jangan-jangan dia muji aku lagi” (celetuk anak itu lagi,dan bertanya kepada teman-teman di sebelah nya)
khwariz yang mendengar itu hanya tersenyum dan menggelengkan kepala.
“hai khwariz.. mau kemana? “ (teriak ali dan merangkul khwariz)
“ini,ane nyari si qibtiyyah mana ya?” (Tanya khwariz)
“oh,dia kenapa gak dari tadi aja nanya sama ane, ane kan penggemar rahasia nya eeheheh” (terang ali)
“ah,ente mah ane erius nih” (kata khwariz)
“tuh ,diisana dia lagi bermesraan “ (terang ali)
“masyaallah.ngaco ente kalau bicara” (bentak khwariz sambil memukul pundak ali)
“heh,Tanya dulu ama siapa bermesraan nya,nih ya dia setiap istirahat pertama pasti shalat dhuha di mushallah itu..huuu dasar ! udah ah lapar nih ane mau ke kantin dulu nanti ane nyusul ke ruang osis” (terang ali,lalu meninggalkan khwariz).
khwariz berjaln cepat ke arah musholah al-amin,untuk menghilangkan rasa penasaran nya.dan ketika ia sampai di depan musholah ia mengangkat tundukan kepala nya. terlihat sepatu merah qibtiyah tersusun rapih di depan musholah, dan Nampak perempuan berjilbab panjang itu sedang menunaikan shalat dhuha 2 raka’at. Tak lama jantung khwariz berdegup kencang ,ia menyentuh dada nya yang bidang itu.lalu berbisik.
“astaghfirullah.ada apa ini?”.

                 
 (cerbung chapter 1)                                

                          SETITIK AIR MATA
                                              DI DASI ABU-ABU….

      Sosok laki-laki remaja  berdiri tegak dengan pandangan lurus tepat ke arah mushoolah al-amin  di samping sekolah .nama sosok laki-laki itu  khwarizmi ,biasa di panggil dengan sebutan khwariz, dia anak kedua dari 3 bersaudara dan dia adalah anak satu-satu nya yang begender laki-laki. Sekarang ia duduk di kelas 2 SMA ,di umur nya yang ke 16 ia sangat berharap bsa mengkhatamkan hafalan qur’an nya.walau tak ada kewajiban di sekolah nya untuk menghafal setiap lembar qur’an tapi isyaallah keistiqomahan nya akan membantu jalan proses  menjadi laki-laki yang sesungguhnya.ia memiliki hobbi yang berbeda dengan hobbi remaja laki-laki lain yang biasa nya mempunyai hobbi yang tak jauh dari kata “bola” .tapi dia berbeada hobi  nya  sangat simple, hanya menatap awan lalu membayangkan bentuk-bentuk awan begitupun dengan suasana malam nya membayangkan bintang-bintang yang berbanjar lalu ia membayangkan ia menarik tarikan garis dari 1 bintang ke bintang yang lain nya.
       Khwariz berjalan santai  kearah musholah dengan diiringi sautan adzan-adzan di sekeliling nya.air wudhu yang jatuh dari pelipis mata nya menandakan  keistiqomahan nya dalam pemeliharaan wudhu yang baik.sesekali ia membenarkan peci nya yang terkadang suka melenceng dari kepala nya.
 “khwariz…. “(teriak teman nya  ali yang mengejar dari arah belakang )
 “ hmm iya…iya”(sahut khwariz sambil menoleh kearah belakang)
 “heheh, bareng yaaa.. Cuma mau ngajak bareng aja koq” (kata ali sambil nyengir)
 “huhh.. dikirain ada apa gitu,lain kali jangan teriak-teriak gitu, ngerasa wanted ane (jawab      khwariz sambil memukul pelan pundak ali)
akhirnya sambil,berjalan kecil khwariz dan ali masuk ke dalam mushola dan melanjutkan shalat dzuhur berjama’ah. Setelah selesai, ali memulai keluar mendahului khwariz dan khwariz masih khusyu dalam sujud terakhir sesudah do’a. sesekali air mata khwariz jatuh ke sajadah musholah yang identik berwarna hijau itu.
“Alhamdulillah” (bisik khwariz pelan sambil mengusap pelan wajah nya dengan tangan kanan nya). Sekarang waktu menunjukan jam 13.00 berjalan masuk kekelas lalu bergegas membuka qur’an nya sebelum bel masuk berbunyi.kebetulan hari ini hari kamis jadi hari ini khwariz tidak makan siang karna sedang menjalani puasa sunnah senin kamis. Detik berganti menit neeettttt…. Suara bel bebunyi mengagetkan khwariz
“sodaqallahulazzim”(bisik khwariz) tanda menyelesaikan hafalan nya.
lalu khwariz mencium qur’an berlesleting biru itu.
“assalamu’alaikum anak-anak selamat siang” (kata bu lani dengan tegas)
“hari ini ibu gak akan nambah pelajaran dulu.karna kita semua akan memilih ketua osis,rohis dan semua nya yang menyangkut dengan organisasi sekolah. Sekarang kalian tutup buku kalian lalu kalian berkumpul di aula depan” (terang nya singkat)
tanpa ada aba-aba berikut nya satu kelas kosong dalam hitungan jari.
 “heh.. khwariz, ente mau gantiin anak kelas 12, buat jadi bagian dari osis?” (kata ali tiba-tiba)
 “hmm, gak tau deh ane sih gak ada minat li” (jawab laki-laki berparas tampan itu)
khwariz memang tidak tertarik dengan hal-hal yang seperti itu. Karna sebenarnya saja ia tak ada missi buat masuk SMA negeri. Tapi karna beralasan cita-cita nya yang kekeh ingin menjadi seorang dokter. Ia harus mengambil SMA jurusan IPA dan meraih nilai tinggi.
 “lah? Kenapa padahal anak-anak di sekolah ini ngerebutin gelar itu loh riz? kenapa ente gak?”
 (Tanya ali seakan-akan meneror).
ali adalah sahabat  khwariz dari SMP di sebuah pondok pesantren di tanah jawa timur. Yang pasti nya sangat jauh dari rumah nya karna mereka berdua tinggal  di depok.
“yaudah yuk.. udah mau mulai tuh”(ujar khwariz memalingkan pembicaraan).
         Semua mata tertuju dengan kakak-kakak osis di depan aula.disana pak sugeng kepala sekolah pun sudah berdiri di tengah-tengah mereka.
“assalamu’alaikum warohmaullahi wabbarokatuh” (salam pak sugeng membuka perkumpulan)
“wa’alaikumsalam waromatullahi wabbarokatuh” (jawab kami serentak)
 “pasti kalian sudah tau toh? Kenapa kalian semua saya kumpulkan disini? Ok gak usah pakai babibu,siang ini kita akan memilh pergantian osis SMA NEGRI 41. Dan silahkan kakak osis lama berdiri di sisi kanan saya. lalu untuk sore ini saya hanya akan memilih ketua osis,,wakil osis dan selebih nya akan di tentukan dan dirapatkan sendiri oleh ketua dan wakil osis nanti nya.” (jelas nya)
“dan sekarang pertanyaan nya siapa yang mau mencalonkan diri sebagai wakil ketua osis”(lanjut nya).
mata khwariz, menyapu sekelilignya yang menurut nya setengah dari mereka mengajukan diri.tapi sosok laki-laki itu tak tergubris sedikit pun. Ia tetap konsekuen dengan kata-kata nya.akhirnya selang beraba menit, teman-teman nya yang ingin mengajukkan diri menjadi wakil ketua osis. di persilah kan maju oleh pak sugeng lalu mereka semua yang ingin mencalonkan di persilahkan  membawakan visi misi nya.dan tak menunggu lama akhir nya terpilih lah wakil dari osis SMA NEGRI 41. Dan pak sugeng melanjutkan kata-katanya.
“lalu sekaranng siapa yang mau mengajukkan diri sebagai ketua osis” (teriakknya bersemangat )
tak ada satu orang pun yang tidak mengangkat tangan terkecuali khwariz yang sedari tadi hanya menopang dagu dengan tangan kanan nya.
“itu siapa yang yang memakai dasi di selampirkan kepundak”(tunjuk pak sugeng kearahah khwariz).
semua mata tertuju keaarah khwariz,ia sontak terkejut dan melirik kearah sahabat nya ali.
“hah?lah?, li.. li..emang ada yang salah ya?” (Tanya nya kepada ali,sambil sesekali ia menyenggol pundak ali)
ali, hanya mengankat tangan nya,dan menggelengkan kepala.khwariz melirik kearah dasi abu-abu nya yang sedari tadi ia selampirkan ke pundak,lalu nyengir gak jelas dan menurunkan dasi
abu-abu nya. Karna ia kira pak sugeng menunjuknya sebab dasi nya yang tidak di pakai dengan baik.

  

Rabu, 18 Maret 2015

RETAK...

TAK PERLU KAU SURUH AKU PERGI..
TAK PERLU KAU SURUH AKU MENYADARI..
TAK PERLU PULA KAU SURUH AKU MELUPAKAN..
KARNA SECEPAT MUNGKIN HATI KU MEMBERI KOMANDO UNTUK MEMUSNAHKAN...


KALAU KAU BERTANYA PADA KU, APA AKU MASIH MENCINTAIMU ?
KALAU KAU BERTANYA KEMBALI,APAKAH AKU MASIH MENYAYAGI MU ?
DAN SEKALI LAGI HATI KU MEJAWAB "AKU MASIH MENGHARAPKA MU"

NAMUN SAYANG NYA HATI KU BUKAN "PUZZLE"
YANG SESUKA HATI KAU RETAKKAN, LALU KAU SUSUN KEMBALI..
JANGAN SAMAKAN AKU DENGAN PERMAINAN KARENA AKU BUKAN UNTUK DI PERMAINKAN..


AKU TERLAHIR SEBAGAI GELAS..
YANG SELALU INGGIN DIISI DENGAN SESUATU YANG BERBEDA..
DAN SEKARANG SEBAGIAN DARI POKOK KU UNTUK DIISI, "RETAK"..
KARENA KAU MENGETUK NYA TERLALU KERAS..

DAN BIARKAN AKU PERGI DETIK INI JUA DARI PENGLIHATAN MU..
KARNA AKU TAKUT AKAN MELAHIRKAN KERETAKKAN DI BAGIAN LAIN..
DAN JIKA ITU TERJADI,DAN SAMPAI AKHIR NYA AKU PECAH!
AKU TAK DAPAT MERASAKAN ARTI DARI SEBUAH GELAS..



"KARNA TUJUAN HIDUP KU UNTUK MERASAKAN HAL-HAL BARU, JADI AKU TAK INGIN HANYA KARNA KETUKKAN DAN MEMBUAT KU RETAK,JADI KU PUTUSKAN UNTUK PERGI DAN TIIDAK MENERIMA KETUKAN ITU LAGI..."


#SALAM_INSPIRATION