CHAPTER 2
setitik air mata
di dasi abu-abu..
“sini nak,maju saya ingin tahu siapa namamu sekalian saya ingin berkenalan karena saya tidak terlalu hafal dengan nama-nama kalian disini” (lanjut pak sugeng meneruskan pembicaraan dan masih dengan keadaan jari telunjuk nya mengarah ke ara khwariz)
untuk kesekian kali nya,khwariz panic, ia masih melihat diri sendiri nya karna
ia belum tahu apa yang menyebab kan pak sugeng memanggil dan menyuruh nya ke
depan berdiri bersama kakak osis di depan. Khwariz berjalan melewati anank-anak
yang masih merespon dan menatap nya dengan tatapan heran.sesekali ia mengangkat
peci nya dan meletakkan nya kembali di atas kepala nya. Khwariz memang selalu
setia kepada peci hitam nya.pemberiaan kakak perempuan nya.kemanapun pasti ia
pakai ,karna khwariz selalu mengharai orang-orang yang memerhatikan nya secara
detail.sekarang posisi khwariz tdak lagi di samping ali tapi di samping pak sugeng.
“kamu tahu kenapa saya menunjuk, kamu untuk maju kedepan ?”(Tanya nya pak sugeng kpada khwariz)
khwariz mengepal tangan dan sergap menggeleng.
“saya menunjuk, kamu sebagai ketua osis SMA 41. bersedia atau tidak nya kamu menjadi ketua osis.itu urursan kamu.dan saya memberi amanah kepada kamu” (ujar pak sugeng serius)
lagi-lagi semua mata tertuju kepada khwariz.
“lah? Pak ? maaf kenapa jadi saya? apa alasan bapak memilih saya, bukankah saya sama sekali tidak mengajukan diri sebagai kepala osis?” (Tanya khwariz dengan nada heran).
“nah.. itu jawabanya, siapa nama kamu? Nak?” (lanjut nya)
“Khwarizmi pak”(jawab kwariz masih dengan nada heran)
“semuanya,tepuk tangan karna kita sudah memilih siapa yang akan menggantikan posisi osis lama ke osis baru. Dan pergantian osis baru di ketuai atau dipimpin oleh Khwarizmi dan wakil nya qibtiyah” (terang nya jelas).
semua bersorak,terlebih ali yang tepuk tangan nya paling khas di telinga khwariz.khwariz yang masih memasang tampang bingung,melirik ke arah qibtiyah, khwariz lagi-lagi terkejut untuk kesekian kalinya ternyata yang nanti nya akan membantu seorang anak perempuan . sebenarnya khwariz bisa di bilang laki-laki yang lugu.khwariz tidak punya teman sepergaulan perempuan .wajar kalau ia terkejut bila nanti nya yang membantunya adalah perempuan lebih-lebih urusan osis ini ,sama sekali bukan suatu kegiatan yang ia minati.
“kamu tahu kenapa saya menunjuk, kamu untuk maju kedepan ?”(Tanya nya pak sugeng kpada khwariz)
khwariz mengepal tangan dan sergap menggeleng.
“saya menunjuk, kamu sebagai ketua osis SMA 41. bersedia atau tidak nya kamu menjadi ketua osis.itu urursan kamu.dan saya memberi amanah kepada kamu” (ujar pak sugeng serius)
lagi-lagi semua mata tertuju kepada khwariz.
“lah? Pak ? maaf kenapa jadi saya? apa alasan bapak memilih saya, bukankah saya sama sekali tidak mengajukan diri sebagai kepala osis?” (Tanya khwariz dengan nada heran).
“nah.. itu jawabanya, siapa nama kamu? Nak?” (lanjut nya)
“Khwarizmi pak”(jawab kwariz masih dengan nada heran)
“semuanya,tepuk tangan karna kita sudah memilih siapa yang akan menggantikan posisi osis lama ke osis baru. Dan pergantian osis baru di ketuai atau dipimpin oleh Khwarizmi dan wakil nya qibtiyah” (terang nya jelas).
semua bersorak,terlebih ali yang tepuk tangan nya paling khas di telinga khwariz.khwariz yang masih memasang tampang bingung,melirik ke arah qibtiyah, khwariz lagi-lagi terkejut untuk kesekian kalinya ternyata yang nanti nya akan membantu seorang anak perempuan . sebenarnya khwariz bisa di bilang laki-laki yang lugu.khwariz tidak punya teman sepergaulan perempuan .wajar kalau ia terkejut bila nanti nya yang membantunya adalah perempuan lebih-lebih urusan osis ini ,sama sekali bukan suatu kegiatan yang ia minati.
Nettt… bel berbunyi, menandakan
kegiatan sekolah berakhir.pak sugeng menjabat tangan qibtiyah dan khwariz.
Khwariz tersenyum kecil mata nya beerkediip cepat menandakan kecemasan.
“hmm.khwariz besok kita kumpul di ruang osis. Berjabat tagan dengan kakak pengurus osis lama, sekalian kita rapatin seksi-seksi lainya gmana?” (ujar qibtiyah membuyarkan,lamunan khwariz).
“iya.. iya.. masyi’ti ukhti” (jawab khwariz)
ia keceplosan menggunakan bahasa arab kepada qibtiyah
“hah? Apa?” (Tanya qibtiyah heran)
“eh, maksud ane seterah ente aja ane ikutin ente aja” (terang khwariz,yang masih menundukkan pandangan nya)
“loh,koq seterah? Kan kamu ketua nya? Yaudah ya.. by the way kamu keren pakai peci itu, jarang loh ada yang percaya diri pakai peci di sekolah.” (celoteh qibtiyah. Lalu meninggalkan khwariz)
“hufft” (khwariz menghebuskan nafas) karna tidak betah bicara dengan lawan jenis nya.
ali yang tadi cengar-cengir menghampiri khwariz yang terlihat sekali, kecemasan dari gambaran wajah lugu nya
“hmm.khwariz besok kita kumpul di ruang osis. Berjabat tagan dengan kakak pengurus osis lama, sekalian kita rapatin seksi-seksi lainya gmana?” (ujar qibtiyah membuyarkan,lamunan khwariz).
“iya.. iya.. masyi’ti ukhti” (jawab khwariz)
ia keceplosan menggunakan bahasa arab kepada qibtiyah
“hah? Apa?” (Tanya qibtiyah heran)
“eh, maksud ane seterah ente aja ane ikutin ente aja” (terang khwariz,yang masih menundukkan pandangan nya)
“loh,koq seterah? Kan kamu ketua nya? Yaudah ya.. by the way kamu keren pakai peci itu, jarang loh ada yang percaya diri pakai peci di sekolah.” (celoteh qibtiyah. Lalu meninggalkan khwariz)
“hufft” (khwariz menghebuskan nafas) karna tidak betah bicara dengan lawan jenis nya.
ali yang tadi cengar-cengir menghampiri khwariz yang terlihat sekali, kecemasan dari gambaran wajah lugu nya
Keesokan hari nya, khwariz tidak
memakai jam istirahat nya untuk ke kantin ataupun ke perpustakaan bersama
teman-teman nya.ia langsung bergegas ke ruang osis. Sesampai nya disana,Ruang
osis tampak ramai dengan kakak pengurus osis lama. Ia membuka pintu ruangan itu
yang menurut nya mistis .bukan karna hantu atau apalah. Tapi karna ia takut
akan amanah yang nanti nya ia tidak bisa menyelesaikan atau mempertanggung
jawabkan nya.kwariz duduk di meja pojok disamping lemari buku.mata khwariz
menyapu ruangan osis, tapi tak ia dapati
qibtiyah di dalam nya. Khwariz akhir nya memberanikan diri memulai pembicaraan,
taka lama kemudian qibtiyah masuk.
“assalmu’alaikum. Aduh..duh maaf ya semua tadi ada urusan sebentar” (ujar qibtiyah)
kakak-kaka pengurus osis lama, hanya tersenyum.qibtiyyah duduk di samping khwariz, karna ia tau seorang khwariz walau belum lama mengenal nya, tak lupa ia geser sedikit lebih jauh kursi nya dengan kursi khwariz. Mereka berbincang,berbagi cerita, dan pada akhirnya memilih anggota . tak lupa khwariz melibatkan sahabat nya ali untuk mennjadi sekertaris osis.
semingu berlalu ,dan khwariz makin menyenangi amanah nya sebagai pengurus osis. Walau begitu ia tidak lupa akan selalu peci nya,penjagaan wudhu nya, dan yang extreeme lagi ia masih tak bisa mengangkat tundukan kepala nya kepada lawan jenis nya. Hingga pada suatu hari.
“masyaallah,kemana yaa si qibtiyah ini pasti tepat jam 10 selalu menghilang kaya cenderella saja menghilang pada jam tertentu” (desah khwariz, sambil merapikan buku-buku di meja)
khwariz,mengambil langkah keluar,kantor pengurus osis. Ia berjalan melewati koridor sekolah dan tak sedikt adik-adik kelas yang menegur nya.
“assalamu’alaikum k’khwariz”(celetuk seorang anak perempuan)
“wa’alaikumsalam ukhty” (jawab nya,tanpa memberhentikan langkahnya)
“hah? Apa kata nya? Ukhty? Ukhty itu bahasa arab kan? Arti nya apa ya,jangan-jangan dia muji aku lagi” (celetuk anak itu lagi,dan bertanya kepada teman-teman di sebelah nya)
khwariz yang mendengar itu hanya tersenyum dan menggelengkan kepala.
“hai khwariz.. mau kemana? “ (teriak ali dan merangkul khwariz)
“ini,ane nyari si qibtiyyah mana ya?” (Tanya khwariz)
“oh,dia kenapa gak dari tadi aja nanya sama ane, ane kan penggemar rahasia nya eeheheh” (terang ali)
“ah,ente mah ane erius nih” (kata khwariz)
“tuh ,diisana dia lagi bermesraan “ (terang ali)
“masyaallah.ngaco ente kalau bicara” (bentak khwariz sambil memukul pundak ali)
“heh,Tanya dulu ama siapa bermesraan nya,nih ya dia setiap istirahat pertama pasti shalat dhuha di mushallah itu..huuu dasar ! udah ah lapar nih ane mau ke kantin dulu nanti ane nyusul ke ruang osis” (terang ali,lalu meninggalkan khwariz).
khwariz berjaln cepat ke arah musholah al-amin,untuk menghilangkan rasa penasaran nya.dan ketika ia sampai di depan musholah ia mengangkat tundukan kepala nya. terlihat sepatu merah qibtiyah tersusun rapih di depan musholah, dan Nampak perempuan berjilbab panjang itu sedang menunaikan shalat dhuha 2 raka’at. Tak lama jantung khwariz berdegup kencang ,ia menyentuh dada nya yang bidang itu.lalu berbisik.
“astaghfirullah.ada apa ini?”.
“assalmu’alaikum. Aduh..duh maaf ya semua tadi ada urusan sebentar” (ujar qibtiyah)
kakak-kaka pengurus osis lama, hanya tersenyum.qibtiyyah duduk di samping khwariz, karna ia tau seorang khwariz walau belum lama mengenal nya, tak lupa ia geser sedikit lebih jauh kursi nya dengan kursi khwariz. Mereka berbincang,berbagi cerita, dan pada akhirnya memilih anggota . tak lupa khwariz melibatkan sahabat nya ali untuk mennjadi sekertaris osis.
semingu berlalu ,dan khwariz makin menyenangi amanah nya sebagai pengurus osis. Walau begitu ia tidak lupa akan selalu peci nya,penjagaan wudhu nya, dan yang extreeme lagi ia masih tak bisa mengangkat tundukan kepala nya kepada lawan jenis nya. Hingga pada suatu hari.
“masyaallah,kemana yaa si qibtiyah ini pasti tepat jam 10 selalu menghilang kaya cenderella saja menghilang pada jam tertentu” (desah khwariz, sambil merapikan buku-buku di meja)
khwariz,mengambil langkah keluar,kantor pengurus osis. Ia berjalan melewati koridor sekolah dan tak sedikt adik-adik kelas yang menegur nya.
“assalamu’alaikum k’khwariz”(celetuk seorang anak perempuan)
“wa’alaikumsalam ukhty” (jawab nya,tanpa memberhentikan langkahnya)
“hah? Apa kata nya? Ukhty? Ukhty itu bahasa arab kan? Arti nya apa ya,jangan-jangan dia muji aku lagi” (celetuk anak itu lagi,dan bertanya kepada teman-teman di sebelah nya)
khwariz yang mendengar itu hanya tersenyum dan menggelengkan kepala.
“hai khwariz.. mau kemana? “ (teriak ali dan merangkul khwariz)
“ini,ane nyari si qibtiyyah mana ya?” (Tanya khwariz)
“oh,dia kenapa gak dari tadi aja nanya sama ane, ane kan penggemar rahasia nya eeheheh” (terang ali)
“ah,ente mah ane erius nih” (kata khwariz)
“tuh ,diisana dia lagi bermesraan “ (terang ali)
“masyaallah.ngaco ente kalau bicara” (bentak khwariz sambil memukul pundak ali)
“heh,Tanya dulu ama siapa bermesraan nya,nih ya dia setiap istirahat pertama pasti shalat dhuha di mushallah itu..huuu dasar ! udah ah lapar nih ane mau ke kantin dulu nanti ane nyusul ke ruang osis” (terang ali,lalu meninggalkan khwariz).
khwariz berjaln cepat ke arah musholah al-amin,untuk menghilangkan rasa penasaran nya.dan ketika ia sampai di depan musholah ia mengangkat tundukan kepala nya. terlihat sepatu merah qibtiyah tersusun rapih di depan musholah, dan Nampak perempuan berjilbab panjang itu sedang menunaikan shalat dhuha 2 raka’at. Tak lama jantung khwariz berdegup kencang ,ia menyentuh dada nya yang bidang itu.lalu berbisik.
“astaghfirullah.ada apa ini?”.
.jpg)