(cerbung chapter 1)
SETITIK AIR
MATA
DI DASI ABU-ABU….
Sosok laki-laki remaja berdiri tegak dengan pandangan lurus tepat ke
arah mushoolah al-amin di samping
sekolah .nama sosok laki-laki itu khwarizmi ,biasa di panggil dengan sebutan
khwariz, dia anak kedua dari 3 bersaudara dan dia adalah anak satu-satu nya
yang begender laki-laki. Sekarang ia duduk di kelas 2 SMA ,di umur nya yang ke
16 ia sangat berharap bsa mengkhatamkan hafalan qur’an nya.walau tak ada
kewajiban di sekolah nya untuk menghafal setiap lembar qur’an tapi isyaallah
keistiqomahan nya akan membantu jalan proses menjadi laki-laki yang sesungguhnya.ia
memiliki hobbi yang berbeda dengan hobbi remaja laki-laki lain yang biasa nya
mempunyai hobbi yang tak jauh dari kata “bola” .tapi dia berbeada hobi nya
sangat simple, hanya menatap awan lalu membayangkan bentuk-bentuk awan
begitupun dengan suasana malam nya membayangkan bintang-bintang yang berbanjar
lalu ia membayangkan ia menarik tarikan garis dari 1 bintang ke bintang yang
lain nya.
Khwariz
berjalan santai kearah musholah dengan
diiringi sautan adzan-adzan di sekeliling nya.air wudhu yang jatuh dari pelipis
mata nya menandakan keistiqomahan nya
dalam pemeliharaan wudhu yang baik.sesekali ia membenarkan peci nya yang
terkadang suka melenceng dari kepala nya.
“khwariz…. “(teriak teman nya ali yang mengejar dari arah belakang )
“ hmm iya…iya”(sahut khwariz sambil menoleh kearah belakang)
“heheh, bareng yaaa.. Cuma mau ngajak bareng aja koq” (kata ali sambil nyengir)
“huhh.. dikirain ada apa gitu,lain kali jangan teriak-teriak gitu, ngerasa wanted ane (jawab khwariz sambil memukul pelan pundak ali)
akhirnya sambil,berjalan kecil khwariz dan ali masuk ke dalam mushola dan melanjutkan shalat dzuhur berjama’ah. Setelah selesai, ali memulai keluar mendahului khwariz dan khwariz masih khusyu dalam sujud terakhir sesudah do’a. sesekali air mata khwariz jatuh ke sajadah musholah yang identik berwarna hijau itu.
“Alhamdulillah” (bisik khwariz pelan sambil mengusap pelan wajah nya dengan tangan kanan nya). Sekarang waktu menunjukan jam 13.00 berjalan masuk kekelas lalu bergegas membuka qur’an nya sebelum bel masuk berbunyi.kebetulan hari ini hari kamis jadi hari ini khwariz tidak makan siang karna sedang menjalani puasa sunnah senin kamis. Detik berganti menit neeettttt…. Suara bel bebunyi mengagetkan khwariz
“sodaqallahulazzim”(bisik khwariz) tanda menyelesaikan hafalan nya.
lalu khwariz mencium qur’an berlesleting biru itu.
“assalamu’alaikum anak-anak selamat siang” (kata bu lani dengan tegas)
“hari ini ibu gak akan nambah pelajaran dulu.karna kita semua akan memilih ketua osis,rohis dan semua nya yang menyangkut dengan organisasi sekolah. Sekarang kalian tutup buku kalian lalu kalian berkumpul di aula depan” (terang nya singkat)
tanpa ada aba-aba berikut nya satu kelas kosong dalam hitungan jari.
“heh.. khwariz, ente mau gantiin anak kelas 12, buat jadi bagian dari osis?” (kata ali tiba-tiba)
“hmm, gak tau deh ane sih gak ada minat li” (jawab laki-laki berparas tampan itu)
khwariz memang tidak tertarik dengan hal-hal yang seperti itu. Karna sebenarnya saja ia tak ada missi buat masuk SMA negeri. Tapi karna beralasan cita-cita nya yang kekeh ingin menjadi seorang dokter. Ia harus mengambil SMA jurusan IPA dan meraih nilai tinggi.
“lah? Kenapa padahal anak-anak di sekolah ini ngerebutin gelar itu loh riz? kenapa ente gak?”
(Tanya ali seakan-akan meneror).
ali adalah sahabat khwariz dari SMP di sebuah pondok pesantren di tanah jawa timur. Yang pasti nya sangat jauh dari rumah nya karna mereka berdua tinggal di depok.
“yaudah yuk.. udah mau mulai tuh”(ujar khwariz memalingkan pembicaraan).
Semua mata tertuju dengan kakak-kakak osis di depan aula.disana pak
sugeng kepala sekolah pun sudah berdiri di tengah-tengah mereka.“ hmm iya…iya”(sahut khwariz sambil menoleh kearah belakang)
“heheh, bareng yaaa.. Cuma mau ngajak bareng aja koq” (kata ali sambil nyengir)
“huhh.. dikirain ada apa gitu,lain kali jangan teriak-teriak gitu, ngerasa wanted ane (jawab khwariz sambil memukul pelan pundak ali)
akhirnya sambil,berjalan kecil khwariz dan ali masuk ke dalam mushola dan melanjutkan shalat dzuhur berjama’ah. Setelah selesai, ali memulai keluar mendahului khwariz dan khwariz masih khusyu dalam sujud terakhir sesudah do’a. sesekali air mata khwariz jatuh ke sajadah musholah yang identik berwarna hijau itu.
“Alhamdulillah” (bisik khwariz pelan sambil mengusap pelan wajah nya dengan tangan kanan nya). Sekarang waktu menunjukan jam 13.00 berjalan masuk kekelas lalu bergegas membuka qur’an nya sebelum bel masuk berbunyi.kebetulan hari ini hari kamis jadi hari ini khwariz tidak makan siang karna sedang menjalani puasa sunnah senin kamis. Detik berganti menit neeettttt…. Suara bel bebunyi mengagetkan khwariz
“sodaqallahulazzim”(bisik khwariz) tanda menyelesaikan hafalan nya.
lalu khwariz mencium qur’an berlesleting biru itu.
“assalamu’alaikum anak-anak selamat siang” (kata bu lani dengan tegas)
“hari ini ibu gak akan nambah pelajaran dulu.karna kita semua akan memilih ketua osis,rohis dan semua nya yang menyangkut dengan organisasi sekolah. Sekarang kalian tutup buku kalian lalu kalian berkumpul di aula depan” (terang nya singkat)
tanpa ada aba-aba berikut nya satu kelas kosong dalam hitungan jari.
“heh.. khwariz, ente mau gantiin anak kelas 12, buat jadi bagian dari osis?” (kata ali tiba-tiba)
“hmm, gak tau deh ane sih gak ada minat li” (jawab laki-laki berparas tampan itu)
khwariz memang tidak tertarik dengan hal-hal yang seperti itu. Karna sebenarnya saja ia tak ada missi buat masuk SMA negeri. Tapi karna beralasan cita-cita nya yang kekeh ingin menjadi seorang dokter. Ia harus mengambil SMA jurusan IPA dan meraih nilai tinggi.
“lah? Kenapa padahal anak-anak di sekolah ini ngerebutin gelar itu loh riz? kenapa ente gak?”
(Tanya ali seakan-akan meneror).
ali adalah sahabat khwariz dari SMP di sebuah pondok pesantren di tanah jawa timur. Yang pasti nya sangat jauh dari rumah nya karna mereka berdua tinggal di depok.
“yaudah yuk.. udah mau mulai tuh”(ujar khwariz memalingkan pembicaraan).
“assalamu’alaikum warohmaullahi wabbarokatuh” (salam pak sugeng membuka perkumpulan)
“wa’alaikumsalam waromatullahi wabbarokatuh” (jawab kami serentak)
“pasti kalian sudah tau toh? Kenapa kalian semua saya kumpulkan disini? Ok gak usah pakai babibu,siang ini kita akan memilh pergantian osis SMA NEGRI 41. Dan silahkan kakak osis lama berdiri di sisi kanan saya. lalu untuk sore ini saya hanya akan memilih ketua osis,,wakil osis dan selebih nya akan di tentukan dan dirapatkan sendiri oleh ketua dan wakil osis nanti nya.” (jelas nya)
“dan sekarang pertanyaan nya siapa yang mau mencalonkan diri sebagai wakil ketua osis”(lanjut nya).
mata khwariz, menyapu sekelilignya yang menurut nya setengah dari mereka mengajukan diri.tapi sosok laki-laki itu tak tergubris sedikit pun. Ia tetap konsekuen dengan kata-kata nya.akhirnya selang beraba menit, teman-teman nya yang ingin mengajukkan diri menjadi wakil ketua osis. di persilah kan maju oleh pak sugeng lalu mereka semua yang ingin mencalonkan di persilahkan membawakan visi misi nya.dan tak menunggu lama akhir nya terpilih lah wakil dari osis SMA NEGRI 41. Dan pak sugeng melanjutkan kata-katanya.
“lalu sekaranng siapa yang mau mengajukkan diri sebagai ketua osis” (teriakknya bersemangat )
tak ada satu orang pun yang tidak mengangkat tangan terkecuali khwariz yang sedari tadi hanya menopang dagu dengan tangan kanan nya.
“itu siapa yang yang memakai dasi di selampirkan kepundak”(tunjuk pak sugeng kearahah khwariz).
semua mata tertuju keaarah khwariz,ia sontak terkejut dan melirik kearah sahabat nya ali.
“hah?lah?, li.. li..emang ada yang salah ya?” (Tanya nya kepada ali,sambil sesekali ia menyenggol pundak ali)
ali, hanya mengankat tangan nya,dan menggelengkan kepala.khwariz melirik kearah dasi abu-abu nya yang sedari tadi ia selampirkan ke pundak,lalu nyengir gak jelas dan menurunkan dasi abu-abu nya. Karna ia kira pak sugeng menunjuknya sebab dasi nya yang tidak di pakai dengan baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar